ST Telemedia

News

ST Telemedia Donates Rp150million to Flood Victims in Jakarta

  • Donation will help to support Indonesian Medical Association's emergency and relief efforts around Jakarta

Jakarta, 10 February 2007 - Singapore Technologies Telemedia (ST Telemedia), today presented a cheque of Rp150million to Ikatan Dokter Indonesia, or Indonesian Medical Association (IMA), in aid of Jakarta's flood victims. Mr Jaffa Sany, ST Telemedia's Senior Vice President of International Operations, presented the cheque to IMA's Immediate Past President, Dr Farid Anfasa Moeloek, at IMA's office.

The floods were said to be the worst flood to hit Jakarta in five years. The torrential rains that struck the Indonesian capital city of Jakarta have left over 700,000 displaced people and a death toll of over 60 people in Jakarta, West Java, and Banten. The city has been on alert for outbreaks of diseases, and many people are suffering from acute respiratory infections, skin diseases, diarrhea, Gastritis and hypertension.

Established on 24 October 1950, IMA is a national organisation representing 33 medical specialty organisations and 27 medical societies. The Indonesian Medical Council was inaugurated in 2005 by Indonesia's President Susilo Bambang Yudhoyono. President Yudhoyono is also the Patron of the Council.

ST Telemedia's donation will enable IMA to continue to provide emergency and relief aids such as water sanitation and medical services, to flood victims across Jakarta. IMA operated 26 mobile clinics located in the districts of Jakarta, West Java and Banten Provinces.

"ST Telemedia is deeply saddened by the loss and devastation caused by the massive floods in Jakarta. The spontaneous relief responses that emerge from outside Indonesia to the disaster reminds us that we all live in the same world and we have a social responsibility towards communities, especially our close neighbours, beyond our national boundaries. Through our financial contribution to Ikatan Dokter Indonesia, ST Telemedia is pleased to extend a helping hand to alleviate the suffering of the flood victims," said Mr Lee Theng Kiat, President & Chief Executive Officer of ST Telemedia.

"The flood disaster has resulted in an overwhelming need for medical care and services. The Indonesian Medical Association is grateful to ST Telemedia for their timely and generous cash donation which will enable us to continue to provide basic sanitation, quality medical treatment and assistance to the huge number of flood victims," commented Dr Farid.

Apart from ST Telemedia, its group company Indosat has also responded swiftly to the disaster through its ongoing Corporate Social Responsibility programme. Under the programme, the Indosat Care Camp, or "Posko Indosat Peduli" was established in six worst-hit areas of Jakarta, namely Prumpung Cipinang Utara, Priuk Jaya, Tangerang Kuningan Barat, Bukit Duri-Tebet, Petamburan and Jagakarsa. Indosat Care Camp serves those communities by providing food, logistics, medicines, and paramedics in cooperation with relief agencies such as the Red Crescent, and Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU). In addition, Indosat also provided free telecommunications for the victims through free top-up of their prepaid cards Mentari and IM3, which had undisrupted service throughout the disaster.

ST Telemedia is a leading information-communications group with operations in the Asia-Pacific, Europe and the Americas. ST Telemedia participates actively in the communities it operates, supporting a broad range of corporate community programmes, in education, the arts and helping the less fortunate. In 2006, ST Telemedia, together with its group companies Indosat, a leading telecommunications and information service provider in Indonesia, and StarHub, Singapore's second largest info-communication company, built two elementary schools in Aceh in an effort to restore the education infrastructure in the tsunami-stricken area. Dedicated to the children of Aceh, ST Telemedia, Indosat, StarHub and their stakeholders contributed a sum of Rp13.2billion. The schools were inaugurated on 28 February 2006 by the Minister of State Enterprises, Bapak Sugiharto.

Additionally, together with StarHub, ST Telemedia donated S$110,000 towards Indonesia's humanitarian relief through Network Indonesia, a network of Singapore-based companies with interests in Indonesia. Close to S$1 million, in cash or in kind, were raised from Network Indonesia's members and business community. ST Telemedia made a further donation of 3,500 Indosat SIM cards, worth S$70,000, to Network Indonesia in aid of the recovery efforts.

ST Telemedia continues to support education in Indonesia by contributing Rp480million towards the one-year operating cost of Mobil Pintar (MOPIN) a community project initiated by Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (the Indonesian Ministers' Wives Club). MOPIN, which means "Smart Vehicle", was formally launched by Indonesia's First Lady, Ibu Hadjah Ani Bambang Yudhoyono, in 2005. MOPIN aims to promote reading and learning among children living in the lower income areas in Jakarta and its surroundings.

In light of Indonesia's numerous nationwide calamities in 2005, ST Telemedia also sponsored the Bob James Tour Concert in Jakarta, Bandung and Bali in December 2005. The concert aimed to revitalise Indonesia's socio-economic landscape, especially after the Bali bombings. Bob James, is a two-time Grammy Award winner and a mainstay of contemporary jazz since the early 70s. ST Telemedia also sponsored an investment seminar in Jakarta to promote the advantages of investing in Indonesia to foreign investors.

-----------

*Press Release in Bahasa Indonesia*

ST Telemedia Sumbangkan Rp 150 Juta untuk Korban Banjir Jakarta

  • Bantuan tersebut akan digunakan untuk mendukung Ikatan Dokter Indonesia dalam memberikan perawatan darurat dan usaha pemulihan di sekitar Jakarta. 

Jakarta, 10 Februari 2007 - Singapore Technologies Telemedia (ST Telemedia) hari ini menyerahkan sumbangan berupa cek sebesar Rp 150 juta kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk korban banjir di Jakarta. Mr. Jaffa Sany, Senior Vice President International Operation dari ST Telemedia, menyerahkan cek bantuan tersebut kepada Dr. Farid Anfasa Moeloek, Ketua IDI sebelumnya, di kantor IDI di Jakarta. 

Bencana banjir ini adalah yang terburuk yang pernah terjadi di Jakarta dalam 5 tahun terakhir. Hujan deras yang menimpa Ibu Kota Jakarta telah membuat lebih dari 700,000 warga dialokasikan ke tempat pengungsian dan sekitar 60 orang meninggal dunia di Jakarta, Banter dan Jawa Barat. Ibu kota saat ini dalam keadaan waspada akan merebaknya penyakit dimana banyak warga sudah terserang penyakit pernapasan yang parah, penyakit kulit, diare, maag dan darah tinggi. 

IDI yang merupakan organisasi nasional mewakili 33 organisasi khusus kesehatan dan 27 lembaga kesehatan didirikan pada 24 Oktober 1950. Sedangkan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) diluncurkan pada tahun 2005 oleh Presiden Indonesia Bpk. Susilo Bambang Yudhoyono dimana beliau duduk sebagai penasihat KKI. 

Donasi yang diberikan oleh ST Telemedia ini akan dapat membantu IDI untuk terus menyediakan pelayanan darurat dan bantuan pemulihan seperti air bersih dan obat-obatan untuk para korban banjir di Jakarta. IDI telah mengoperasikan 26 mobil klinik di daerah Jakarta, Banten dan Jawa Barat. 

"ST Telemedia sangat berduka dengan adanya kehilangan dan kerusakan yang terjadi akibat banjir besar di Jakarta. Bantuan secara spontan yang datang dari luar Indonesia mengingatkan kami bahwa kita hidup di dunia yang sama dan kita semua mempunyai tanggung jawab sosial terhadap sesama, terutama mereka yang bertetanggaan dengan kita. Dengan bantuan keuangan melalui KKI ini, ST Telemedia dengan senang hati mengulurkan tangan membantu meringankan penderitaan para korban banjir," ungkap Mr. Lee Theng Kiat, Presiden dan CEO ST Telemedia. 

"Bencana banjir ini telah mengakibatkan banyaknya kebutuhan akan bantuan obat-obatan dan perawatan. Ikatan Dokter Indonesia sangat berterimakasih kepada ST Telemedia atas waktu dan bantuan keuangan yang besar ini yang dapat kami pergunakan untuk terus menyediakan bantuan dasar kebersihan, perawatan kesehatan yang berkualitas serta bantuan pengobatan terhadap banyak korban banjir," komentar Dr. Farid. 

Selain ST Telemedia, Indosat sebagai anak perusahaan juga merespon dengan cepat bencana ini melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Indosat. Melalui program ini, Indosat telah mendirikan Posko Indosat Peduli di enam titik banjir terparah di Jakarta seperti Prumpung-Cipinang Utara, Priuk Jaya-Tangerang, Kuningan Barat, Bukit Duri-Tebet, Petamburan dan Jagakarsa. Posko Peduli Indosat melayani warga dengan menyediakan makanan, logistik, obat-obatan dan paramedis bekerjasama dengan Bulan Sabit Merah, PKPU dan Palang Merah Indonesia. Selain itu Indosat juga menyediakan komunikasi gratis melalui voucher gratis untuk layanan pra bayar Mentari dan IM3, dimana layanan jaringannya tidak terganggu selama bencana ini. 

ST Telemedia adalah perusahaan informasi dan komunikasi papan atas yang beroperasi di Asia Pasifik, Eropa dan Amerika. ST Telemedia berpartisipasi secara aktif dalam komunitas di wilayah operasinya dengan membantu beragam program komunitas seperti pendidikan, kesenian dan juga membantu mereka yang kurang mampu. Di tahun 2006, ST Telemedia beserta anak-anak perusahaannya seperti Indosat, perusahaan telekomunikasi dan informasi papan atas di Indonesia, dan StarHub, perusahaan telekomunikasi dan informasi nomer dua di Singapura, membangun dua Sekolah Dasar di Aceh dalam rangka memulihkan infrastruktur pendidikan di daerah yang terkena gelombang tsunami. ST Telemedia, Indosat dan StarHub beserta para pemegang sahamnya memberikan bantuan sebesar Rp. 13,2 milyar untuk anak-anak di Aceh. Sekolah-sekolah tersebut diresmikan pada tanggal 28 Februari 2006 oleh Meneg BUMN Bpk. Sugiharto. 

Selain daripada itu, ST Telemedia bersama StarHub memberikan donasi sebesar S$ 110,000 untuk bantuan kemanusiaan melalui Network Indonesia, sebuah perkumpulan perusahaan-perusahaan Singapura yang mempunyai investasi di Indonesia. Anggota dan komunitas bisnis dari Network Indonesia berhasil mengumpulkan hampir S$ 1 juta untuk disumbangkan. ST Telemedia juga menyumbangkan 3,500 kartu sim Indosat senilai S$ 70,000 kepada Network Indonesia untuk program pemulihan. 

ST Telemedia terus mendukung upaya pendidikan di Indonesia dengan menyumbangkan Rp. 480 juta untuk biaya operasi satu tahun Mobil Pintar (MOPIN), sebuah proyek komunitas yang dipelopori oleh Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu. MOPIN diluncurkan pertama kalinya oleh Ibu Hadjah Ani Bambang Yudhoyono di tahun 2005. MOPIN diharapkan dapat mempromosikan program baca dan belajar dikalangan anak-anak yang tinggal di daerah kurang mampu di Jakarta dan sekitarnya. 

Dalam berbagi bencana dan kesusahan yang dialami Indonesia di tahun 2005, ST Telemedia juga mensponsori Konser Tur Bob James di Jakarta, Bandung dan Bali pada bulan Desember 2005. Konser musik ini dimaksudkan untuk menghidupkan kembali keadaan sosial dan ekonomi di Indonesia, terutama setelah kejadian bom di Bali. Bob James adalah pemain jazz kontemporer sejak tahun 70an dan pemenang Grammy Award sebanyak dua kali. ST Telemedia juga mensponsori sebuah seminar investasi di Jakarta untuk mempromosikan keuntungan dari berinvestasi di Indonesia untuk para pemodal asing.